Polifenol (polyphenol) adalah kelompok bahan kimia dengan lebih dari satu unit fenol per molekul. Polifenol ditemukan secara alami pada tumb...
Polifenol (polyphenol) adalah kelompok bahan kimia dengan lebih dari satu unit fenol per molekul. Polifenol ditemukan secara alami pada tumbuhan. Jenis polifenol yang paling sering ditemukan pada tanaman adalah flavonoid, asam fenolat, catechin, anthocyanin, isoflavon, quercetin, dan resveratrol. Banyak studi ilmiah telah dilakukan untuk mengevaluasi efek polifenol pada tubuh manusia.
Jenis-Jenis polifenol
Flavonoid. Beberapa ribu senyawa fenol alam telah diketahui strukturnya. Flavonoid merupakan golongan terbesar. Flavonoid mengandung sistem aromatik yang terkonjugasi sehingga menunjukkan pita serapan yang kuat pada daerah spektrum UV dan spektrum tampak. Umumnya, flavonoid dalam tumbuhan terikat pada gula sebagai glikosida dan aglikon flavonoid (Harborne, 1987).
Tannin. Tannin merupakan salah satu contoh senyawa polifenol. Tannin terdapat luas dalam tumbuhan berpembuluh dan terdapat khsus dalam jaringan kayu pada angiospermae. Secara kimia terdapat dua jenis tannin, yaitu tannin-terkondensasi atau flavolan dan tannin terhidrolisiskan.
Katekin (bahasa Inggris: catechin) adalah segolongan metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk dalam golongan flavonoid. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan berkat karena gugus fenol yang dimilikinya. Strukturnya memiliki dua gugus fenol (cincin-A dan -B) dan satu gugus dihidropiran (cincin-C). Karena memiliki lebih dari satu gugus fenol, senyawa katekin sering disebut senyawa polifenol.
Isoflavon termasuk jenis flavonoid, yang merupakan fitokimia, yang melindungi tubuh dari zat beracun. Isoflavon adalah sejenis phytonutrient, yang kaya dalam kacang kedelai dan produk kacang kedelai itu sendiri. isoflavon terdiri dari 2 jenis, yaitu Daidzein dan Geinistein. Struktur dari isoflavon sama dengan struktur kimia dari esterogen dan esterogen itu sendiri memiliki peran yang sangat penting dan aktif didalam proses penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh hormon.
Manfaat polifenol
Polifenol efektif memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat merupakan suatu keharusan untuk menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit.
Jenis-Jenis polifenol
Flavonoid. Beberapa ribu senyawa fenol alam telah diketahui strukturnya. Flavonoid merupakan golongan terbesar. Flavonoid mengandung sistem aromatik yang terkonjugasi sehingga menunjukkan pita serapan yang kuat pada daerah spektrum UV dan spektrum tampak. Umumnya, flavonoid dalam tumbuhan terikat pada gula sebagai glikosida dan aglikon flavonoid (Harborne, 1987).
Tannin. Tannin merupakan salah satu contoh senyawa polifenol. Tannin terdapat luas dalam tumbuhan berpembuluh dan terdapat khsus dalam jaringan kayu pada angiospermae. Secara kimia terdapat dua jenis tannin, yaitu tannin-terkondensasi atau flavolan dan tannin terhidrolisiskan.
Katekin (bahasa Inggris: catechin) adalah segolongan metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk dalam golongan flavonoid. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan berkat karena gugus fenol yang dimilikinya. Strukturnya memiliki dua gugus fenol (cincin-A dan -B) dan satu gugus dihidropiran (cincin-C). Karena memiliki lebih dari satu gugus fenol, senyawa katekin sering disebut senyawa polifenol.
Isoflavon termasuk jenis flavonoid, yang merupakan fitokimia, yang melindungi tubuh dari zat beracun. Isoflavon adalah sejenis phytonutrient, yang kaya dalam kacang kedelai dan produk kacang kedelai itu sendiri. isoflavon terdiri dari 2 jenis, yaitu Daidzein dan Geinistein. Struktur dari isoflavon sama dengan struktur kimia dari esterogen dan esterogen itu sendiri memiliki peran yang sangat penting dan aktif didalam proses penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh hormon.
Manfaat polifenol
Polifenol efektif memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat merupakan suatu keharusan untuk menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit.
Catechin, salah satu jenis polifenol yang ditemukan dalam teh hijau efektif membantu menurunkan berat badan. Senyawa ini merangsang tubuh untuk membakar lebih banyak lemak dan kalori.
Isoflavon, jenis lain dari polifenol, ditemukan sebagian besar dalam produk kedelai dan dapat membantu wanita mengatasi gejala-gejala menopause terutama hot flashes dan keropos tulang.
Selama lebih dari 10 tahun telah banyak penelitian yang menduga adanya efek antikanker dari kedelai, terutama yang berhubungan dengan kanker payudara. Para peneliti tertarik karena ditemukannya estrogen kerja rendah dalam isoflavon dan rendahnya angka mortalitas akibat kanker payudara di Asia. Isoflavon dapat meningkatkan efek antiestrogenik dalam beberapa cara, walaupun data tentang efek ini terhadap manusia terbatas.